Pihak berwenang di wilayah otonom Tiongkok di Mongolia Dalam telah mengusulkan untuk menutup semua fasilitas penambangan cryptocurrency lokal untuk mengurangi konsumsi energi di wilayah tersebut.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Mongolia Dalam, atau NDRC, merilis proposal resmi untuk menutup operasi penambangan kripto lokal sejalan dengan aturan hemat energinya.

Diterbitkan pada 25 Februari, draf proposal menyarankan untuk “secara komprehensif membersihkan dan menutup proyek penambangan mata uang virtual” pada akhir April 2021. Otoritas juga mengusulkan larangan ketat pada proyek penambangan cryptocurrency baru di wilayah tersebut. NDRC akan mengumpulkan umpan balik publik atas draf proposal hingga 3 Maret 2021.

Menurut laporan Reuters, Mongolia Dalam adalah satu-satunya dari 30 wilayah daratan di bawah kajian konsumsi energi dan intensitas energi Beijing yang gagal memenuhi target penghematan energi pada 2019.

Sebagai bagian dari proposal kendali energi baru, Mongolia Dalam bertujuan untuk membatasi pertumbuhan konsumsi energinya pada sekitar 5 juta ton setara batubara standar pada tahun 2021. Otoritas juga berencana untuk memangkas intensitas energi – jumlah energi yang dikonsumsi per unit pertumbuhan ekonomi – sebesar 3% dari level 2020. Antara 2016 dan 2019, intensitas energi di wilayah tersebut dilaporkan melonjak 9,5% sedangkan konsumsi energi secara keseluruhan naik hampir 65 juta ton.

Mongolia Dalam menjadi tujuan populer bagi penambang cryptocurrency karena harga listrik yang rendah. Otoritas lokal, bagaimanapun, tampaknya telah merencanakan tindakan keras terhadap operasi penambangan kripto di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, mengeluarkan banyak pernyataan yang meneliti bisnis penambangan lokal. Pada Agustus 2020, pejabat Mongolia Dalam mempertimbangkan kebijakan baru yang mencegah penambang kripto menggunakan listrik bersubsidi negara